Blog News

Si Juki : Kerokan Master Legend, Game Kolaborasi Pionicon dan Touchten

Ada yang heboh di media sosial Si Juki Pada tanggal 1 Agustus 2016. Sejak beberapa hari sebelumnya Si Juki melalui facebook, twitter, dan instagram mengkampanyekan Hari Kerokan Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Agustus. Berbagai respon muncul dari follower Si Juki mengenai Hari Kerokan Internasional.

Ternyata dibalik kampanye #HariKerokanInternasional tersebut si Juki sedang mempromosikan gamenya yang memang terhitung mulai tanggal 1 Agustus dirilis  di App Store dan Google Play. Game yang diberi judul Si Juki: Kerokan Master Legend ini berkisah tentang Si Juki yang mewarisi kekuatan kerok legenda sehingga diminta menyelamatkan dunia dari wabah masuk angin.

Si Juki: Kerokan Master Legend merupakan hasil kerjasama antara Pionicon, management yang membawahi Si Juki dengan Touchten Games, pengembang game yang sudah menghasilkan beberapa game populer di Indonesia.

Tema kerokan diangkat karena kerokan merupakan hal yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Kerokan merupakan cara mengatasi masuk angin yang sudah turun temurun di wariskan dari generasi ke generasi. Selain itu cara mengerok yang sederhana dirasa menarik untuk diaplikasikan dalam bentuk game.

Melalui kolaborasi ini, Pionicon dan Touchten berharap makin banyak studio game dan karakter komik lokal yang berkerjasama dalam menghadirkan karya yang bisa dinikmati masyarakat di Indonesia.

“Selama ini Si Juki sering mempermainkan pembaca melalui tingkah polah yang kadang menyebalkan, nah melalui game ini saya memberi kesempatan kepada pembaca untuk balas memainkan juki” Ujar Faza Meonk sang kreator dari karakter Si Juki dengan bercanda.
Anton Soeharyo selaku CEO Touchten Games dan sebagai fans Si Juki, kolaborasi ini seperti salah satu wish list yang akhirnya tercapai. Touchten Games akhirnya bisa berkolaborasi dengan Pionicon dengan mengangkat konten lokal menjadi sebuah mobile game. “Semoga para fans Si Juki serta fans Touchten bisa terhibur dengan game ini,” komentarnya.

Tags: ,