Blog

Pionicon Highlights on Pakoban 6

Gelaran pameran komik tahunan Pasar Komik Bandung kembali diselenggarakan untuk yang ke-enam kalinya pada tahun 2017. Dalam acara Pakoban ini Pionicon hadir untuk meluncurkan berbagai komik terbaru. Buku komik yang diluncurkan pada acara ini adalah komik dari karakter Si Bedil, Ghosty’s Comic , serta Tuti and Friends. Selain peluncuran komik, Faza Meonk, kreator Si Juki turut hadir menjadi pembicara dalam talkshow Pop Talk yang diselenggarakan di Pakoban.

Dalam acara Pakoban ini, Si Bedil meluncurkan buku komik pertamanya yang berjudul Si Bedil Mantab Qolbu. Buku Komik ini menghadirkan berbagai komik strip Si Bedil yang ada di media sosial. Komik ini mengisahkan Si Bedil, seorang mahasiswa yang punya wawasan luas, pemikiran mendalam, dan terus memberikan pesan kebenaran dengan cara-cara yang menggelitik, meski demikian terkadang ia juga bisa ceroboh. Seto Buje, komikus asal Bekasi yang menjadi sosok kreatif di balik komik Pop Religi ini hadir memperkenalkan komik Si Bedil Mantab Qolbu kepada para pengunjung Pakoban.

Selain Si Bedil, karakter IP Pionicon lainnya yang meluncurkan buku komiknya adalah Tuti and Friends. Pada gelaran Pakoban ini RM Fajar, komikus dari Tuti and Friends meluncurkan buku komik Tuti and Friends Daily Life. Komik ini menghadirkan berbagai kumpulan komik strip Tuti and Friends yang ada di media sosial.

Komik lain yang diluncurkan pada acara Pakoban ini adalah Ghosty’s Comic Khilafpedia. Buku komik ini adalah kompilasi berbagai komik strip seputar dunia perkhilafan karya Raden Fajar. Pada sesi launching komik ini Raden menghadirkan edisi terbatas dari komiknya yang diberi nama Sultan Edition.

Selain peluncuran komik, dalam acara Pakoban ke-6 ini Popcon Asia menggelar rangkaian acara talkshow Pop Talk. Tema yang dibahas dalam talkshow kali ini adalah Masa Depan Komik dalam Industri Film. Talkshow ini dihadiri oleh Faza Meonk, CEO Pionicon dan kreator Si Juki, Oyasujiwo, Editor dan Writer BumiLangit serta Ari Juliano, Deputi Fasilitas HKI dan Regulasi BEKRAF RI.

Pada Pop Talk ini Faza Meonk memaparkan bahwa para produser film tertarik untuk mengangkat buku menjadi film karena melihat penjualan dari buku tersebut, maka dari itu banyak sekali film Indonesia yang mengangkat cerita dari buku yang best seller. Komik sebagai salah satu produk hiburan dalam format buku juga memiliki potensi yang sama dalam industri film di Indonesia. Sebuah komik best seller berpotensi untuk diangkat ke layar kaca maupun layar lebar karena banyak disukai oleh masyarakat. Selain dari sisi penjualan, tema cerita romance, komedi, dan horror juga masih menjadi cerita yang potensial dan disukai oleh masyarakat Indonesia.

 

Di Indonesia sendiri komik pernah berkontribusi dalam industri film dan televisi. Pada tahun 1981 Indonesia pernah memiliki film superhero yang diangkat dari komik Gundala. Selain itu komik Si Buta dari Goa Hantu juga pernah diangkat ke dalam serial televise yang populer di jamannya. Pada masa sekarang di saat perkembangan komik Indonesia mulai menggeliat, komik pun bisa memiliki potensi yang besar untuk diangkat ke dalam film. Langkah inilah yang diambil oleh Falcon Pictures yang melihat potensi karakter komik Si Juki yang kemudian diangkat menjadi sebuah film animasi layar lebar. Film animasi Si Juki The Movie yang tayang pada akhir tahun 2017 ini diharapkan mampu membawa semangat baru bagi masa depan industri komik Indonesia dalam industri film.

Tags: , ,