Blog Artikel

Perjalanan Si Juki the Movie: Panitia Hari Akhir Menjadi Box Office Animasi Indonesia

Pada akhir tahun 2017, Si Juki akhirnya merilis film layar lebar pertamanya. Setelah menghibur para penggemarnya dalam media komik dan animasi singkat, tingkah jenaka karakter yang anti mainstream ini akhirnya hadir dalam format film animasi layar lebar. Film ini merupakan hasil kolaborasi antara Pionicon dengan rumah produksi Falcon Pictures, yang telah melahirkan berbagai film box office di bioskop tanah air, dan studio animasi Kumata yang telah memproduksi berbagai animasi mulai dari animasi singkat hingga seri animasi di TV.

Menjalani proses produksi selama 2 tahun, film animasi Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir ini mendapat sambutan yang beragam dari masyarakat. Sebagai film animasi Indonesia pertama yang diadaptasi dari karakter komik, film ini mampu menjadi film animasi Indonesia pertama yang mencatat rekor sebagai Box Office. Bagaimana perjalanan film Si Juki dari sebelum tayang hingga meraih Box Office Animasi Indonesia? Ikuti selengkapnya dalam perjalanan film Si Juki The Movie yang dirangkum dari masa sebelum tayang hingga setelah tayang berikut ini.

Press conference & masa-masa promosi

Pada tanggal 7 Desember 2017, pihak Falcon Pictures mengadakan press conference dari film Si Juki The Movie yang bertempat di XXI Kemang Village. Acara ini dihadiri oleh tim produksi dan sejumlah artis yang terlibat dalam pembuatan film ini. Dalam press conference ini, juga ditayangkan trailer perdana dari film Si Juki The Movie. Selain itu, dalam acara ini juga pertama kalinya Si Juki ikut hadir di dunia nyata untuk menyapa para penggemarnya.

Selepas press conference berlangsung, tim produksi pun melakukan serangkaian kegiatan promosi dari film yang tayang pada tanggal 28 Desember 2017 ini. Selain promosi secara online, rangkaian promosi film ini juga dilakukan secara offline. Untuk promosi secara offline, Si Juki pun langsung ikut dalam serangkaian promosi yang dilakukan di berbagai tempat mulai dari bioskop, hingga acara Car Free Day. Dalam masa promosi ini, Si Juki dan berbagai artis lainnya juga berkesempatan untuk hadir di berbagai media mulai dari radio hingga stasiun TV swasta.

Menariknya dalam masa promosi ini, selain menghadiri bioskop, mal, dan talkshow di media, Si Juki juga hadir di sekolah-sekolah. Sekolah dipilih sebagai salah satu tujuan promosi karena karakter Si Juki sendiri sangat lekat dengan sosok remaja yang kreatif dan inovatif. Para murid di berbagai sekolah ini juga sangat senang menyambut hadirnya Si Juki dan para artis lainnya yang ikut serta.

Gala Premiere

Sebelum tayang perdana untuk umum pada tanggal 28 Desember 2017, film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir diputar pertama kali pada gala premiere yang diadakan pada hari Sabtu, 23 Desember 2017. Acara yang berlangsung di XXI Epicentrum, Mega Kuningan ini turut serta dihadiri oleh sejumlah artis yang berperan dalam film animasi ini.

Acara Gala Premiere ini dihadiri oleh beragam artis dan juga content creator yang diundang secara langsung oleh tim produksi film Si Juki The Movie. Sesuai dengan karakteristik dari karakter Si Juki yang anti-mainstream, undangan untuk Gala Premiere ini juga dikemas dengan bentuk yang tidak biasa. Alih-alih memberikan undangan dalam bentuk surat, Si Juki mengirimkan undangan Gala Premiere berbentuk martabak manis yang dikirimkan ke berbagai artis dan content creator.

Dalam acara ini, turut hadir pula salah satu legenda hidup dalam dunia hiburan di Indonesia, yaitu Titiek Puspa. Pada kesempatan itu Titiek Puspa berduet bersama Si Juki yang juga hadir dalam gala premiere filmnya untuk menyanyikan lagu tema film Si Juki The Movie yang berjudul “Anti Mainstream”. Tidak lupa pula, Wizzy yang juga mengisi suara karakter Juleha di film ini ikut bernyanyi bersama Si Juki membawakan lagu berjudul “Around the World”.

Rangkaian acara Gala Premiere ini digelar tidak hanya di Jakarta saja. Selain di XXI Epicentrum, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, premiere film Si Juki juga diadakan di kota lain seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan juga Bandung.

Kolaborasi bersama film Dilan 1990

Masih dalam masa promosi menjelang penayangan perdana untuk umum di tanggal 28 Desember 2017, film Si Juki The Movie melakukan kolaborasi promosi bersama film Dilan 1990. Dalam kolaborasi ini, Si Juki membuat konten YouTube bersama pemeran film Dilan yakni Iqbaal (Dilan) & Vanesha (Milea). Berikut ini adalah konten kolaborasi Si Juki dengan pemain film Dilan 1990:

Penayangan hari pertama

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, film Si Juki The Movie akhirnya tayang perdana untuk publik pada hari Kamis, tanggal 28 Desember 2017. Saat penayangan hari pertama banyak fans Juki di media sosial melaporkan bahwa bioskop di daerah mereka penuh dengan antrian penonton yang ingin menonton film Si Juki The Movie. Tidak hanya di Jakarta, di berbagai kota tiket film Si Juki langsung ludes di hari pertama tayang.

Tidak sedikit juga fans Juki yang tidak kebagian tiket di hari pertama penayangan ini. Ramainya respons masyarakat atas perilisan hari pertama dari film ini ternyata membuahkan hasil yang membanggakan. Film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir berhasil mendapatkan lebih dari 72.000 penonton di hari pertama. Jumlah penonton di hari pertama ini menjadi rekor Box Office dalam penayangan film animasi Indonesia di bioskop tanah air.

Minggu pertama penayangan Si Juki The Movie

Antusiasme masyarakat dan para penggemar Juki tidak lantas surut setelah hari pertama penayangannya. Di hari-hari berikutnya jumlah penonton film ini pun terus meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah penonton ini adalah karena film ini tayang tepat saat menjelang libur akhir tahun. Banyak keluarga dan anak-anak di media sosial yang menyambut hangat kehadiran film Si Juki The Movie di bioskop.

Dalam tiga hari penayangan, jumlah penonton film ini berhasil mencapai angka lebih dari 243.000 penonton. Di beberapa bioskop tiket film Si Juki The Movie masih ludes terjual. Salah satu bioskop yang diserbu oleh para fans Si Juki adalah bioskop XXI Pejaten Village.

Pada minggu pertama penayangannya, Najwa Shihab juga turut serta menyempatkan diri untuk ikut menonton film ini. Sosok yang dikenal sebagai pembawa acara yang sangat kritis ini juga memberikan apresiasi terhadap film animasi ini. Najwa Shihab menyebut bahwa film Si Juki The Movie mampu menyampaikan pesan yang ingin disampaikan secara halus kepada para penontonnya.

Dengan beragam dukungan dan apresiasi dari penonton film Indonesia, film ini akhirnya berhasil meraih angka 493.000 penonton dalam minggu pertama penayangannya. Si Juki The Movie langsung mendapatkan predikat Box Office Film Animasi Indonesia yang pertama.

Menjadi film animasi Indonesia pertama yang meraih Box Office

Tingginya antusiasme dari penonton film Indonesia menghantarkan film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir sebagai film animasi Indonesia pertama yang mampu meraih rekor sebagai Box Office. Selama ini film animasi di Indonesia memang masih belum mendapat banyak perhatian baik dari publik maupun dari produser  film yang ada di Indonesia. Meski demikian film Si Juki The Movie bisa membuktikan bahwa animasi Indonesia juga memiliki potensi yang luar biasa dengan daya saing yang tak kalah kuat.

Selama hampir 2 minggu penayangannya film ini berhasil meraih lebih dari 640.000 penonton. Angka ini menjadi rekor sendiri bagi animasi Indonesia yang selama ini masih sulit untuk menembus angka 100.000 penonton.

Selain dalam film animasi di layar lebar, kisah dalam film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir juga hadir dalam versi komik. Tidak ingin kalah dari pencapaian film layar lebarnya, penjualan komik Si Juki The Movie juga mencapai rekor sebagai best seller. Penjualan komik ini bahkan mengalahkan penjualan novel “Origin” karya Dan Brown di Indonesia.

Berbagai pencapaian yang telah diraih oleh film Si Juki The Movie ini menandakan bahwa industri kreatif di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Si Juki dan berbagai komik karya komikus dalam negeri membuktikan bahwa komik lokal sudah bisa menunjukkan taringnya baik dalam skala nasional maupun internasional. Begitu juga dengan animasi Indonesia yang masih memiliki potensi untuk berkembang pesat dengan pengelolaan yang tepat dan tentu dengan dukungan dari semua pihak.

Tags: