Blog News

Faza Meonk Terpilih Sebagai 10 Pemuda Berprestasi di Hari Sumpah Pemuda

“Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia!” adalah salah satu kalimat yang diucapkan oleh proklamator dan Presiden pertama RI, Soekarno yang menunjukkan betapa pentingnya peran pemuda untuk membuat perubahan. Dalam sejarah, peran para pemuda merupakan satu tonggak penting yang menjadi cikal bakal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia, para pemuda dari berbagai latar belakang merumuskan Sumpah Pemuda yang menjadi semangat persatuan untuk menegakkan kemerdekaan Indonesia.

Memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) memberikan 10 penghargaan kepada anak muda dalam program Opini90. Opini90 merupakan program yang mencari 90 anak muda Indonesia berusia 17-35 tahun yang konsisten melakukan kegiatan positif yang berdampak pada lingkungannya. Program ini diprakarsai oleh Opini.id yang bekerja sama dengan pihak BEKRAF.

Dari ke-10 anak muda yang mendapat penghargaan tersebut, Faza Meonk sang komikus Si Juki mendapat kehormatan untuk terpilih menjadi penerima penghargaan dari BEKRAF. Penghargaan ini diberikan kepada 10 anak muda dengan latar belakang yang berbeda dan Faza menjadi satu-satunya komikus Indonesia yang terpilih sebagai 10 Pemuda Pengguncang Dunia. Penghargaan ini diberikan atas dampak positif yang diberikan Faza kepada lingkungannya melalui komik Si Juki karyanya.

Faza Meonk mulai membuat komik Si Juki sejak tahun 2011 dengan mengemas kisah keseharian seorang anak muda yang jenaka dan memiliki semangat untuk bisa tampil beda. Pada awalnya komik ini hanya dibagikan secara online melalui jejaring media sosial yang ia miliki. Sejak itu, para pembaca memberikan respons positif terhadap komik Si Juki dan mendorong Faza untuk mengembangkan karakter Si Juki menjadi sesuatu yang tidak hanya hadir sebagai karakter komik saja, tapi bisa menjadi ikon karakter fiksi Indonesia yang memiliki daya saing global.

Karakter Si Juki akhirnya dikembangkan oleh Faza sebagai sebuah IP atau Intellectual Property (Kekayaan Intelektual) yang bisa tampil tidak hanya di komik tapi juga bisa dikembangkan ke dalam berbagai bentuk media lain. Saat ini karakter Si Juki tidak hanya tampil sebagai komik di sosial media saja, tapi juga sudah hadir di berbagai buku komik, animasi singkat, game, hingga film layar lebar. Berbagai prestasi pun diraih oleh Faza Meonk dalam usahanya mengembangkan karakter jenaka buatannya ini mulai dari buku komik Si Juki yang menjadi best seller, kesempatan untuk berkolaborasi bersama karakter animasi Larva dari Korea Selatan, hingga mencetak rekor box office film animasi pertama di Indonesia melalui film Si Juki the Movie yang rilis di akhir tahun 2017.

Kesuksesan Faza dalam mengembangkan karakter Si Juki membuatnya mendirikan PIONICON, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan IP karakter fiksi buatan para kreator lokal. PIONICON menaungi berbagai karakter fiksi untuk bisa dikembangkan ke dalam berbagai media mulai dari komik, animasi, dan merchandising untuk beragam keperluan bisnis terkait. Beberapa karakter yang dinaungi PIONICON di antaranya adalah Si Juki, Dalang Pelo, Vusya, Si Bedil, dan Tuti and Friends. Masing-masing karakter ini memiliki ciri khas dan target pasar sendiri yang berbeda-beda sehingga pola pengembangan para karakter perlu disesuaikan dengan karakteristik unik para karakter.

 

Proses pencarian 90 anak muda sebagai kandidat dalam program Opini90 sudah dimulai sejak bulan September. Ada 4 juri yang terlibat dalam proses seleksi kandidat untuk program ini yaitu Triawan Munaf (Kepala BEKRAF), Rhenald Kasali (Guru Besar Fakultas Ekonomi UI), Martin Hartono (CEO GDP Venture), dan Najwa Shihab (Founder Narasi TV). Dari 90 nama yang terkumpul, para juri ini memilih 10 nama terbaik yang dinilai memberikan dampak paling besar kepada lingkungan serta menghasilkan kreativitas, terobosan, dan solusi terbaik pada masalah yang ada pada bangsa ini. Daftar lengkap ke-10 pemuda yang mendapat penghargaan sebagai 10 Pemuda Pengguncang Dunia dari BEKRAF dan Opini90 adalah:

Abraham Auzan – Co-founder TeleCTG & Sehati (Kesehatan)

Sanita Rini – Co-Founder of Youth Coalition for Girls (Pemberdaya Perempuan)

Faza Meonk – Visual Entertainer-Pendiri PIONICON (Seni Budaya)

Kevin Kumala – Co-founder Avani (Lingkungan)

Naya Tinanda – CEO Rollover Reaction (Wirausaha)

Tety Sianipar – CTO Kerjabilitas.com (Sosial)

Aries Susanti Rahayu – Atlet Panjat Tebing (Olahraga)

Kevin Sanjaya – Atlet Bulu Tangkis (Olahraga)

Arfi’an Fuadi – Pendiri D’Tech-Engineering Innovation Center (Teknologi)

Azizah Assattari – Creative Director Lentera Nusantara (Kreatif)

Di luar dari 10 anak muda tersebut, masih ada 1 anak muda berbakat bernama Rona Mentari yang mendapat penghargaan khusus atas kontribusinya melestarikan budaya bangsa sebagai juru dongeng sekaligus pendiri Rumah Dongeng Mentari (RDM) di Yogyakarta.

Penghargaan ini diberikan oleh pihak BEKRAF pada peringatan hari Sumpah Pemuda yang berlangsung pada hari Minggu malam, 28 Oktober 2018 bertempat di Kebun Raya Bogor. Selain para nama yang mendapat penghargaan, acara ini juga dihadiri oleh 80 pemuda lainnya yang telah diseleksi dalam program Opini 90.

“Kami   berharap,   bisa   setiap   tahun   menyelenggarakan   program   Opini90   yang   dapat   memicu  dan  menginspirasi  para  anak  muda  Indonesia  untuk  tidak  berhenti  berprestasi,   berkreativitas   dan   membangun   visi   yang   jelas   untuk   sama-­sama   membangun   dan   mengharumkan  nama  Indonesia,”  ujar  Frandy Wirajaya, CEO GVM Networks yang menaungi Opini.id.

Tags: , ,